| “Urgensi Sebuah Perubahan” Oleh:Kasino Martowinangun (Wapemred: Media Reputasi INTI) |
|
Menapaki langkah barunya, direksi INTI bertekad untuk meningkatkan pertumbuhan secara signifikan berupa: peningkatan penjualan, efisiensi dan penurunan HPP (Harga Pokok Penjualan), serta peningkatan laba bersih perusahaan. Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa langkah konkrit yang akan ditempuh antara lain:
- Me–redifinisi industri telekomunikasi searah dengan cita-cita founding fathers INTI yang diandalkan sebagai basis industri manufaktur nasional,
- Penciptaan produk yang mampu meraih market masa depan dengan volume yang besar,
- Berusaha meraih market non protective, dengan menjual produk dan solusi INTI,
- Meningkatkan daya saing produk dan jasa sehingga mampunyai ”entry barrier’ yang tinggi di mata kastemer
Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, INTI dengan pengalaman saja tidak cukup. Akan tetapi kompetensi INTI yang sudah terasah lebih dari tiga dekade, setidaknya telah menjadi ”core competensi” SDM yang mampu diandalakan dalam meng-”create” produk dan jasa yang memiliki daya jual tinggi dan mampu diserap pasar. Telah terbukti bahwa kapabilitas SDM INTI yang handal dalam menangani network element dan menciptakan produk genuine yang telah di-deploy para operator di tanah air.
Untuk mendukung akselerasi dalam pencapaian tujuan tersebut, tentunya memerlukan energi, pola pikir dan paradigma baru di segala lini usaha termasuk tim dan pengawakannya. Dalam hal ini direksi telah menempuh langkah konkrit dan melakukan perubahan signifikan dalam beberapa hal antara lain:
- Revolusi proses bisnis dengan melakukan perubahan struktur organisasi fokus pada segmentasi pasar (market focus based)
- Mereduksi pengeluaran perusahaan dengan cara menghapus fasilitas penunjang yang bersifat unurgensial
- Pengendalian anggaran perusahaan dengan proses sentralisasi buggetting dan kegiatan proses bisnis
- Staffing/pengawakan pada lini bisnis front liner yang proaktif untuk meraih pasar yang kompetitif
- Transparansi dalam pola bisnis partnership yang mengarah pada peningkatan tingkat kepercayaan yang saling menguntungkan
- Meningkatkan motivasi kerja karyawan dengan cara menaikkan pendapatan yang disesuaikan dengan kemampuan perusahaan, untuk meningkatkan motivasi dan semangat kerja dalam meraih target kinerja pada masing-masing lini perusahaan
- Meningkatkan kualitas produk dan jasa dengan memperbaiki proses bisnis mengacu pada standar ISO-9000;2000.
Pada prinsipnya urgensi perubahan mendasar ini dilakukan untuk membangkitkan kembali INTI, yang selama ini tertinggal dari beberapa perusahaan sejenis yang mampu tumbuh dan berkembang dengan pesat. Padahal secara resources baik infrastruktur, SDM dan kemampuan financial, maupun kredibilitas perusahaan, INTI berpeluang besar untuk berkompetisi di komunitas bisnis ICT di tanah air. Dan pemerintah melalui Menneg BUMN, berharap INTI menjadi prime mover dan kiblat industri ICT nasional.
Maka terobosan Menneg BUMN menempatkan top managemen dari kalangan swasta yang didampingi jajaran direksi yang profesional, tiada lain untuk mempercepat akselerasi kinerja INTI bersaing dalam industri ICT yang ”konon” masih menjadi primadona di negeri ini.
Secara internal, dari akumulasi berbagai kompetensi, direksi INTI telah berusaha mengoptimalkan segenap resources agar mempunyai nilai jual melalui inovasi dan kreasi produk-produk yang mampu diserap pasar, dan membidik berbagai peluang bisnis yang mampu men-generate pendapatan dan menciptakan sustainable grouwth bagi INTI dimasa-masa mendatang.
Namun kita sadar, disamping faktor internal ada pula faktor lain yang ikut mempengaruhi bangkit, tumbuh dan berkembangnya sebuah perusahaan/industri yakni faktor eksternal, yaitu perkembangan ekonomi secara makro, kebijakan pemerintah, iklim usaha yang kondusif, dan keberpihakan pemerintah pada industri dalam negeri, sebagaimana dikemukakan oleh pakar manajemen ”Robert Kreitner dan Angelo Kinicki” dalam Organiziational Behavior”, bahwasanya yang mendorong perubahan adalah faktor internal dan eksternal.
Ya.., perubahan pun telah dilakukan oleh jajaran manajemen INTI, baik dari sisi ”restructuring and staffing” organisasi, kebijakan financial dan buggeting, maupun dari sisi sinergitas antar unit kerja pun telah dilebur dengan harmonisasi antar unit kerja, untuk menumbuhkan kebersamaan dalam langkah dan gerak perusahaan.
Namun, ada satu pendapat lagi yang dikemukakan oleh pakar manajemen ”Stephen P. Robbins & Timothy S. Judge” bahwa kekuatan-kekuatan pendorong perubahan adalah adanya persaingan, dimana pesaing-pesaing organisasi dapat datang dari arah mana saja dan dalam bentuk apapun. Maka, tensi persaingan yang tinggi juga berarti organisasi harus bisa bertahan, dan organisasi yang dapat bertahan dalam persaingan ini adalah organisasi yang dapat berubah dan menanggapi/menjawab tantangan-tantangan yang dihadapinya. Organisasi dapat dengan tangkas melakukan inovasi secara kreatif, fleksibel, adaptif, dan sensitif terhadap lingkungannya. Smoga.***Ksn/rept-1409.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar