Mengelola Informasi Menjadi Keuanggulan Bisnis
Oleh: Adi Rusli
(Bisnis Indonesia)
Pertumbuhan informasi menjadi sesuatu yang tidak dapat dihindari. Prediksi International Data Corporation (IDC) mengenai pertumbuhan data digital pada 2008 ternyata lebih cepat 3% atau 16 gigabyte lebih cepat. Ke depannya, Digital Universe diperkirakan akan menggandakan ukurannya dalam setiap 18 bulan. Pada tahun 2012, informasi digital yang tercipta akan sebanyak 5 kali informasi digital di tahun 2008.
Dengan perkembangan itu bisnis menghadapi tantangan untuk dapat mengatasi pertumbuhan data yang begitu cepat. Data IDC memang paradoks. Data dan informasi yang ada memang dikonfigurasi oleh perusahaan. Namun ada sebagian besar informasi yang diciptakan oleh individu. Sebut saja, dari ratusan miliar penggunaan perangkat baca nirkabel, jutaan transakasi online banking, quadrilion penggunaan Twitter, ratusan triliun foto digital, miliaran Apple iPOD Touches, miliaran blue- ray DVD.
Sementara itu, enterprise terus merekam transaksi hariannya, menambah gudang data mereka. Pemerintah masih membutuhkan lebih banyak informasi untuk disimpan dan diproteksi seperti administrasi kependudukan, pertanahan, data statistik, data kriminal, dan lain-lain. Belum lagi migrasi ke TV digital dan kebutuhan foto surveilance untuk warganya. Semua informasi yang ada di dalam perusahaan menjadi tanggung jawab dan beban bagi perusahaan, baik untuk masalah keamanan, keadalan, akses dan kepatuhan.
Pada 4 tahun mendatang, jumlah teknologi dan interaksi pemicu informasi akan meningkat dramatis. Pengguna perangkat bergerak akan tumbuh 3 kali lipat dan 600 juta orang akan menjadi pengguna internet. Hampir dua pertiga seluruh pengguna internet akan menggunakan peralatan bergeraknya hampir setiap saat.
Lebih dari 30% informasi yang ada pada hari ini adalah intensif keamanan, sehingga memerlukan perlindungan berstandar tinggi. Angka itu akan bertambah kira-kira hingga 45% pada akhir tahun 2012.
Jumlah informasi yang dianggap penting diadakan atau diberikan atau materi untuk mengatur informasi apa yang harus disimpan dan dapat diakses untuk mengatur para petinggi dan auditor, akan tumbuh dari 25% dari Digital Universe di tahun 2008 menjadi 35% di tahun 2012.
Disini, tantangan bisnis berikutnya adalah bagaimana bisnis dapat mengelola data tersebut menjadi informasi, sehingga dapat menjadi aset yang sangat berharga bagi perusahaan. Bisnis harus memiliki cara berpikir yang berbeda. Data maupun informasi yang mereka miliki bukan hanya untuk disimpan secara aman dan kemudian diakses lagi, tetapi juga digunakan sebagai aset berharga yang dapat memberikan nilai bisnis.
EMC memiliki proporsi nilai yang kuat dalam menghadapi tantangan bisnis tersebut. Membuat strategi Teknologi Informasi (TI) yang bersifat jangka panjang dengan strategi pemikiran ke depan agar bisnis memiliki TI infratruktur informasi yang lebih efisien merupakan kunci menjawab tantangan binis yang ada, serta mengakselerasi arus kerja di setiap unitnya. Bahkan pada tingkat selanjutnya bisnis harus dapat pula mengambil inisiatif untuk menerapkan kebijakan seukuran perusahaan skala besar setelah mendapatkan nilai yang berharga dari informasi yang ada.
Tekenologi seperti virtualisasi, de-duplikasi data, flash drive, kompresi data merupakan teknologi-teknologi yang juga dimiliki oleh EMC untuk membatu menjawab tantangan bisnis yang ada dengan cara lebih efisien. Migrasi ke virtualiasai, misalnya, akan pesat dalam 4 tahun ke depan menyusul banyaknya jumlah server yang diinstalasi dan server virtual akan meningkat dua kali lipat. Jumlah itu tidak hanya didorong oleh lebih banyaknya kapasitas kreasi informasi saja tetapi juga banyaknya software baik sistem operasi dan aplikasi yang menggantikan hardware dan menciptakan kemampuan bagi oraganisasi TI untuk mengelola.
Pada akhirnya, pertumbuhan informasi memang memberikan tantangan tersendiri bagi bisnis. Namun, bagaimana caranya agar bisnis dapat mengelola dan memonetisasi informasi yang ada? Menjawab tantangan pertumbuhan informasi sesungguhnya merupakan kesempatan bagi perusahaan untuk dapat membedakan dirinya dari perusahaan lain, membangun keuntungan kompetitif dari sisi TI.**
Tidak ada komentar:
Posting Komentar